KANSAS CITY – Era keemasan Timnas Argentina di bawah komando Lionel Scaloni berada di ambang perpisahan. Sang juru taktik secara terbuka memberikan sinyal kuat akan meletakkan jabatannya sebagai pelatih kepala La Albiceleste begitu masa bakti kontraknya resmi usai pada akhir tahun 2026 mendatang.
Sinyal pengunduran diri ini diletupkan Scaloni usai Argentina menelan kekalahan tipis 0-1 dari Timnas Spanyol pada laga pamungkas Final Piala Dunia 2026. Kekalahan memilukan tersebut meremukkan mimpi Lionel Messi dan kawan-kawan untuk mencetak rekor back-to-back champions di panggung sepak bola paling bergengsi sejagat raya.
Siap Menghadap AFA: “Saya Perlu Berpikir Lebih Jauh”
Meskipun secara de jure masih terikat masa kerja dengan Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) hingga pengujung tahun, Scaloni mengisyaratkan bahwa siklus kepemimpinannya sudah berada di titik jenuh. Ia berencana menggelar pertemuan tertutup dengan Presiden AFA dalam waktu dekat untuk membahas proses transisi.
“Saya akan berbicara langsung dengan presiden AFA. Saya sudah memiliki gambaran tegas mengenai apa yang ingin saya lakukan. Saya tentu akan menghormati dan menyelesaikan sisa kontrak saya, lalu kita lihat saja nanti,” ungkap Scaloni seperti dikutip dari TyC Sports.
“Sejujurnya, saya merasa perlu berpikir lebih jauh mengenai posisi ini. Saya tidak tahu apakah saya mampu melakukan pencapaian sebesar ini lagi bersama tim di masa depan. Kami sangat perlu berbicara,” tambahnya.
Khawatir Beban Regenerasi Skuad Pasca-Era Lionel Messi
Lebih lanjut, pelatih yang sukses mempersembahkan trofi Piala Dunia 2022 tersebut menguraikan alasan emosional di balik rencana mundurnya. Scaloni mengaku risau dengan tantangan merombak serta merestrukturisasi kedalaman skuad Argentina yang kini dihuni banyak pemain veteran.
Menurutnya, membangun kembali dinasti baru yang solid setelah melewati puncak kejayaan merupakan pekerjaan rumah yang sangat menguras mental dan emosi.
“Untuk melanjutkan siklus baru, dibutuhkan banyak hal krusial, terutama melakukan penyegaran (regenerasi) dan merajut kembali kelompok tim seperti ini. Kelompok dengan ikatan sekuat ini kemungkinan besar tidak akan pernah terbentuk lagi, dan fakta itu terasa sangat menyakitkan bagi saya,” jelas pelatih berusia 48 tahun tersebut.
Sinyal hengkangnya Scaloni diyakini berpotensi memicu gerbong eksodus dari internal skuad. Kapten sekaligus mega bintang La Albiceleste, Lionel Messi, juga santer dikabarkan bakal mengumumkan gantung sepatu secara resmi dari panggung internasional dalam waktu dekat usai kegagalan di final tersebut.













