TANGERANG – Gelandang serang senior bertalenta tinggi, Stefano Lilipaly, resmi berpamitan meninggalkan skuad Dewa United. Keputusan mengejutkan pemain naturalisasi tersebut langsung memanaskan lantai bursa transfer kasta tertinggi Super League.
Lilipaly menyudahi kebersamaan indahnya bersama tim berjuluk Banten Warriors setelah mengabdi selama dua musim penuh. Pemain berusia 36 tahun ini mengumumkan kalimat perpisahan melalui akun Instagram pribadinya, Selasa (7/7/2026) hari ini.
“Terima kasih kepada seluruh pemain, pelatih, staf, tim media, dan manajemen klub,” tulis Lilipaly.
Lilipaly mengaku sangat bersyukur atas semua momen manis dan kenangan hebat yang mereka bagikan bersama. Ia mendoakan kesuksesan besar bagi semua komponen tim Dewa United pada masa depan nanti.
Catat Statistik Mengkilap, Fano Sukses Menjelma Menjadi Motor Serangan Tim
Selama mengenakan jersi Dewa United, Stefano Lilipaly sukses menjelma menjadi motor serangan yang sangat krusial. Pada musim pertamanya 2024/2025, pemain kelahiran Belanda ini tampil super produktif di atas lapangan.
Fano sukses menggelontorkan koleksi 7 gol penting pada seluruh ajang kompetisi resmi tanah air. Kontribusi magisnya berhasil mendongkrak posisi Dewa United untuk bersaing ketat pada papan atas Liga 1.
Memasuki kalender musim kompetisi 2025/2026, pengaruh besarnya tetap terasa nyata bagi keutuhan taktik tim. Meskipun jajaran pelatih mulai mengurangi menit bermainnya, Lilipaly tetap menunjukkan profesionalisme tinggi sebagai pemain bintang.
Sumbang Sejarah Runner Up Liga 1, Antar Banten Warriors Terbang Tinggi ke Asia
Sepanjang dua musim berjalan, Lilipaly menumpahkan seluruh kemampuan terbaik demi mengangkat derajat klub barunya tersebut. Kehadiran eks penggawa Bali United ini membawa dampak instan yang sangat luar biasa bagi tim.
Ia sukses mengantar Dewa United mencetak tinta emas sejarah baru dalam jagat sepak bola Indonesia. Pasukan Banten Warriors berhasil merengkuh predikat mentereng sebagai runner up kompetisi Liga 1 musim 2024/2025.
Prestasi gemilang tersebut otomatis mengamankan satu tiket lolos menuju panggung bergengsi kompetisi level Asia. Kini, manajemen Dewa United harus memutar otak mencari kreator pengganti sepadan pasca kepergian sang maestro lapangan.













