MALANG – Langkah bongkar pasang komposisi pemain dalam bursa transfer sepak bola memang menjadi hal biasa. Namun, keputusan ekstrem mendepak 16 pemain sekaligus dalam sekali ketukan palu merupakan sebuah revolusi radikal. Manajemen Arema FC tampaknya menolak setengah-setengah dalam menyongsong musim baru kompetisi kasta tertinggi Super League 2026/2027.
Klub berjuluk Singo Edan tersebut lebih memilih menempuh jalan cuci gudang yang sangat ekstrem. Manajemen sengaja meledakkan langkah senyap ini ke publik sebagai momentum pemanasan tim. Terlebih, pihak PSSI bersama operator I.League berencana memutar turnamen pramusim mulai Juli mendatang.
Saat rival abadi seperti Persebaya Surabaya mulai memamerkan deretan rekrutan anyar, Arema justru sibuk bersih-bersih skuad. Manajemen mengumumkan daftar panjang nama-nama pemain yang harus segera mengemasi koper dari mes tim.
Dalberto Terdepak, Kepergian Dedik Setiawan Bikin Sesak Dada Aremania
Sektor pemain asing langsung menjadi sasaran utama pembersihan tim pelatih Singo Edan. Manajemen resmi mengakhiri masa bakti lima legiun ekspatriat andalan mereka pada musim lalu.
Mereka adalah Lucas Frigeri, Valdeci Moreira, Pablo Oliveira, Luiz Gustavo, serta sang predator lini depan, Dalberto Luan Belo. Keputusan mendepak Dalberto otomatis membuat jagat Aremania terbelalak heran.
Namun, kejutan paling menyakitkan bagi publik Malang justru datang dari gerbong pemain lokal. Manajemen resmi melepas 11 nama pilar domestik secara bersamaan. Nama striker lokal Dedik Setiawan menjadi sosok yang paling membuat sesak dada para suporter.
Dedik merupakan ikon sejati sekaligus representasi loyalitas tanpa batas selama satu dekade berseragam biru. Sepuluh tahun mengabdi, pemain berjuluk Dedik Drogba tersebut sudah mempersembahkan empat trofi juara Piala Presiden.
Kini, kisah manis kebersamaan panjang tersebut terpaksa harus menemui kata akhir. Selain Dedik, pilar senior seperti Rifad Marasabessy dan Samuel Balinsa juga harus angkat kaki dari Bumi Arema. Mereka keluar menyusul barisan darah muda seperti Achmad Figo, Aswin, hingga Shulton Fajar.
Berikut adalah daftar lengkap 16 penggawa yang resmi keluar dari skuad Arema FC:
-
Lucas Frigeri (Kiper)
-
Andrian Casvari (Kiper)
-
Rifad Marasabessy (Bek Kanan)
-
Achmad Figo (Bek Kanan)
-
Iksan Lestaluhu (Bek Kiri)
-
M. Anwar Rifai (Bek Tengah)
-
Bayu Aji (Bek Tengah)
-
Luiz Gustavo (Bek Tengah/Asing)
-
Aswin (Gelandang Bertahan)
-
Shulton Fajar (Gelandang Bertahan)
-
Pablo Oliveira (Gelandang Bertahan/Asing)
-
Samuel Gideon Balinsa (Gelandang Tengah)
-
Valdeci Moreira (Gelandang Serang/Asing)
-
Agusti Ardiansyah (Penyerang)
-
Dedik Setiawan (Penyerang)
-
Dalberto Luan Belo (Penyerang/Asing)
Hanya Empat Ksatria Lokal yang Tersisa di Skuad Singo Edan
Lalu, siapakah pemain yang selamat dari badai perombakan besar-besaran ini? Manajemen ternyata hanya menyisakan empat nama pemain lokal yang masih mengantongi taji serta mentalitas Singo Edan.
Pengurus klub mempertahankan trio jenderal senior yakni Dendi Santoso, Johan Ahmat Farizi, serta Jayus Hariono. Selain itu, satu mutiara muda lokal Hamzah Titofani alias Tito Hamzah juga aman dari coretan tim pelatih. Manajemen memercayakan keempat pemain ini untuk menjadi jembatan transisi penting dalam pembentukan karakter skuad baru.













