Ketua Asosiasi Sepak Bola Palestina Terkatung-katung, Kebijakan Visa AS Coreng Kemegahan Piala Dunia

  • Bagikan
Pembukaan Piala Dunia 2026 - Foto : Ist

JAKARTA – Kebijakan ketat pemerintah Amerika Serikat kini memicu gelombang protes keras dari berbagai petinggi sepak bola global. Ketua Asosiasi Sepak Bola Palestina, Jibril Rajoub, mengungkapkan bahwa dirinya sampai saat ini masih terkatung-katung menunggu terbitnya visa masuk ke Negeri Paman Sam untuk menghadiri rangkaian agenda Piala Dunia 2026.

Nasib apes Rajoub ternyata menimpa sejumlah ketua federasi sepak bola dari negara lain yang mengalami kendala serupa. Dalam wawancara eksklusif bersama Associated Press pada Jumat (12/6/2026) hari ini, Rajoub melayangkan kritik tajam dan menyebut tindakan negara tuan rumah sangat tidak adil bagi insan lapangan hijau sedunia.

banner 336x280

Menurutnya, masalah birokrasi politik atau penolakan masuk dari otoritas AS tidak boleh merampas kesempatan para delegasi resmi untuk menyaksikan langsung turnamen sepak bola terakbar di planet bumi ini.

Laporan investigasi Associated Press menegaskan bahwa Rajoub sebenarnya mengantongi dokumen akreditasi resmi dari FIFA untuk berpartisipasi dalam turnamen. Namun, otoritas imigrasi AS masih menahan persetujuan izin masuk, bahkan beberapa nama delegasi lain sudah mendapatkan surat penolakan resmi.

Baca Juga  Usai kalah telak , pelatih Barcelona akui Chelsea tim tangguh

Guna menyiasati kebuntuan tersebut, Rajoub memilih mendarat di negara tuan rumah lainnya. Pada Kamis kemarin, ia terlihat menghadiri langsung pesta pembukaan dan laga perdana antara Meksiko kontra Afrika Selatan yang mengguncang Stadion Azteca, Mexico City.

AS Coret Wasit Somalia dan Jegal Pasukan Suporter Iran

Borok birokrasi Amerika Serikat sebagai tuan rumah bersama kian menyengat setelah FIFA merilis pengumuman resmi pada Selasa lalu. Induk organisasi sepak bola dunia tersebut mengonfirmasi bahwa wasit terbaik asal Somalia, Omar Artan, resmi batal memimpin pertandingan pada Piala Dunia 2026 setelah pemerintah AS melarang sang pengadil memasuki wilayah mereka.

Baca Juga  Negosiasi Simone Inzaghi ke Timnas Italia Dibantah, FIGC Tegaskan Isu Tak Benar

Sikap diskriminatif AS juga memicu kemarahan besar dari Federasi Sepak Bola Iran. Otoritas Amerika Serikat secara sepihak membatalkan kuota tiket bagi ribuan suporter setia Iran yang ingin memberikan dukungan langsung di stadion.

Tak hanya menjegal suporter, kedutaan AS juga menolak pengajuan visa milik sejumlah anggota delegasi penting tim nasional Iran. Padahal, armada Team Melli sudah mendarat di zona Amerika Utara untuk bertanding di fase grup.

Pergelaran akbar Piala Dunia 2026 yang bergulir mulai 11 Juni hingga 19 Juli ini mencatatkan sejarah sebagai edisi perdana yang melibatkan 48 tim nasional. Turnamen ini juga mencetak sejarah baru karena terlaksana di tiga negara sekaligus, yaitu Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.

Namun sayang, arogansi kebijakan imigrasi Amerika Serikat kini mencoreng kesucian nilai sportivitas olahraga yang seharusnya menyatukan seluruh bangsa.

  • Bagikan