JAKARTA – Kabar gembira menghampiri para pendukung setia Persija Jakarta, Jakmania. Striker muda andalan Macan Kemayoran, Mauro Zijlstra, akhirnya resmi menyudahi masa menepinya selama tiga bulan akibat cedera parah. Pemain berlabel Timnas Indonesia tersebut mengaku sangat emosional dan bahagia bisa kembali merumput.
Mauro Zijlstra menandai laga kembalinya bersama Persija Jakarta saat membungkam Persik Kediri dengan skor telak 3-1 di Stadion Brawijaya, Sabtu (16/5/2026). Dalam pertandingan krusial tersebut, pelatih Mauricio Souza langsung memberikan kepercayaan besar kepada penyerang berusia 21 tahun itu untuk tampil sejak menit pertama alias sebagai starter.
Langsung Petik Tiga Poin Krusial
Eks bomber FC Volendam ini tidak bisa menyembunyikan rasa gembiranya setelah sekian lama hanya menjadi penonton di pinggir lapangan. Kebahagiaan Zijlstra kian berlipat ganda karena momentum comeback ini langsung membuahkan poin penuh bagi Macan Kemayoran.
“Saya sangat senang bisa bermain untuk Persija lagi setelah menunggu selama tiga bulan. Luar biasa rasanya bisa kembali membantu tim meraih tiga poin,” ungkap Zijlstra, seperti melansir dari laman resmi liga, Selasa (19/5/2026).
Mauricio Souza Minta Publik Bersabar
Selesainya masa pemulihan Zijlstra memancing respons positif dari sang juru taktik, Mauricio Souza. Pelatih berkebangsaan Brasil tersebut mengakui bahwa striker andalannya masih membutuhkan waktu ekstra untuk memulihkan kebugaran fisik serta mengembalikan ritme permainan terbaiknya di lapangan.
“Sayangnya, dia sempat dihantam cedera sebelum bergabung dengan tim nasional, lalu mengalami nasib sial karena cederanya kambuh saat membela skuad Garuda. Praktis, ia baru menjalani latihan penuh secara reguler bersama tim sekitar satu setengah hingga dua minggu terakhir,” jelas Souza.
Kendati kondisi fisiknya belum menyentuh angka 100 persen, Souza tetap melempar pujian setinggi langit. Ia sangat optimis melihat bakat besar yang mengalir dalam darah Zijlstra. Pelatih berkepala plontos itu menilai sang striker memiliki insting gol yang sangat tajam serta kejelian tinggi dalam mencari ruang kosong di area penalti lawan.
“Dia memang belum berada dalam kondisi fisik puncak. Namun, Mauro adalah pemain yang sangat cerdas dan memiliki penempatan posisi yang kuat di dalam kotak penalti. Jika kebugarannya sudah kembali maksimal, saya yakin ia akan menjadi pemain yang sangat menakutkan,” tambah sang pelatih.
Kronologi Cedera Hamstring yang Menghantui
Pertandingan kontra Macan Putih akhir pekan lalu menjadi penutup dari penantian panjang nan melelahkan bagi Zijlstra. Sebelum terkapar di ruang medis, ia terakhir kali mengenakan seragam Persija Jakarta saat menjamu PSM Makassar pada 20 Februari 2026 silam sebagai pemain pengganti.
Petaka kemudian datang menghampiri dua pekan berselang, tepatnya saat sesi latihan resmi (official training) menjelang laga panas kontra Borneo FC pada 2 Maret 2026. Zijlstra mendadak tersungkur akibat menderita cedera hamstring yang cukup parah.
Proses pemulihan sang pemain sebenarnya sempat menunjukkan grafik peningkatan yang signifikan. Ia bahkan sempat menyumbang satu gol untuk Timnas Indonesia ke gawang St. Kitts and Nevis dalam ajang FIFA Series 2026. Sialnya, setelah mencetak gol tersebut, otot pahanya kembali bermasalah dan memaksanya menjalani perawatan intensif hingga pertengahan bulan Mei ini.












