SEPAKPOJOK82.COM – Semen Padang FC akan melakoni misi penyelamatan diri yang amat sulit saat bertandang ke markas Borneo FC Samarinda pada pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026. Duel krusial ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Segiri, Sabtu (25/4/2026) malam WIB.
Pertandingan ini bak pertemuan antara bumi dan langit jika menilik posisi kedua tim di klasemen. Namun, bagi Kabau Sirah, setiap poin di Samarinda adalah harga mati demi menjaga napas di kasta tertinggi musim depan.
Kondisi Kontras di Papan Klasemen
Tim kebanggaan Urang Awak saat ini masih terpuruk di zona merah, menempati posisi ke-17 dengan hanya mengoleksi 20 poin. Kekalahan dalam laga ini akan semakin menenggelamkan Semen Padang, mengingat kompetisi musim ini hanya menyisakan enam pertandingan lagi.
Di sisi lain, tuan rumah Borneo FC sedang berada dalam performa puncak. Berada di peringkat kedua dengan 63 poin, Pesut Etam tengah menempel ketat Persib Bandung di puncak klasemen. Motivasi untuk mengudeta posisi puncak menjadi bahan bakar utama tim asuhan Pieter Huistra dalam menjamu tamunya.
Imran Nahumarury Siapkan Skema Alternatif
Persiapan Semen Padang sempat terganggu dengan absennya gelandang asing andalan, Alhassan Wakaso. Meski kehilangan pilar inti, pelatih Imran Nahumarury tetap optimis dan mengaku telah menyiapkan strategi cadangan untuk meredam keganasan tuan rumah.
“Persiapan kami berjalan sangat baik. Meski ada beberapa pemain yang tidak bisa tampil, kita sudah siapkan penggantinya. Semoga pemain bisa meminimalisir kesalahan dan menjalankan instruksi dengan baik,” ujar Imran dalam sesi konferensi pers.
Imran juga menegaskan rasa hormatnya terhadap Borneo FC sebagai calon kuat juara, namun ia percaya diri anak asuhnya mampu memberikan perlawanan maksimal. “Laga besok, saya percaya kita bisa melakukannya. Kita tahu Borneo FC punya kesempatan juara, tapi kami punya game plan sendiri,” tegasnya.
Waspadai Kolektivitas, Bukan Individu
Menghadapi tim bertabur bintang, Imran Nahumarury memastikan tidak akan menerapkan strategi pengawalan khusus (man-to-man marking) terhadap pemain tertentu, termasuk sang predator kotak penalti, Mariano Peralta.
Baginya, kekuatan utama Borneo FC terletak pada kualitas pemain yang merata di setiap lini. Disiplin posisi dan fokus sepanjang 90 menit menjadi kunci utama jika Semen Padang ingin mencuri poin dari Stadion Segiri.
“Borneo FC tak hanya punya satu-dua pemain bagus. Mereka bermaterikan banyak pemain berkualitas. Jadi kita tidak fokus menjaga pemain tertentu saja, semua pemain Borneo FC harus kita waspadai,” pungkasnya.
Laga malam nanti akan menjadi ujian mental sesungguhnya bagi skuad Semen Padang. Di bawah tekanan ribuan suporter lawan, mampukah Kabau Sirah membuat kejutan dan membawa pulang poin krusial dari Samarinda?













