JAKARTA – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) resmi menjatuhkan sanksi FIFA klub Indonesia registration ban berupa larangan mendaftarkan pemain baru. Oleh karena itu, sebanyak lima klub sepak bola Indonesia terancam tidak bisa mengamankan amunisi baru pada bursa transfer musim ini.
Dari kelima klub tersebut, PSM Makassar menjadi satu-satunya wakil kasta tertinggi Super League yang terseret sanksi dunia.
Selanjutnya, daftar lima klub Indonesia yang terjerat hukuman meliputi Persiwa Wamena, PSBS Biak, Kalteng Putra FC, Sriwijaya FC, dan PSM Makassar.
FIFA mencatatkan jumlah entri hukuman aktif yang beragam untuk masing-masing klub bermasalah tersebut!
Dominasi 13 Entri Hukuman PSBS Biak dan Sengketa Finansial
Pasalnya, klub berjuluk Badak Pasifik, PSBS Biak, menjadi tim Indonesia yang paling banyak mengantongi sanksi dari FIFA. PSBS Biak mendominasi daftar hitam tersebut dengan mengantongi 13 entri sanksi aktif secara beruntun akibat rentetan sengketa finansial.
Masalah tunggakan gaji hingga sengketa kontrak disinyalir memicu lahirnya hukuman berat dari FIFA tersebut.
Manajemen PSBS Biak wajib menyelesaikan seluruh kewajiban finansial jika ingin mendaftarkan pilar anyar.
Dengan demikian, skuad Badak Pasifik menghadapi ancaman krisis kedalaman pemain menjelang kompetisi mendatang!
Kewajiban Pelunasan Tunggakan Persiwa, Kalteng Putra, dan Sriwijaya FC
Sementara itu, Persiwa Wamena, Kalteng Putra FC, dan Sriwijaya FC masing-masing hanya mengantongi satu entri sanksi aktif dari FIFA. Selain itu, ketiga klub kasta bawah tersebut tetap wajib memprioritaskan pelunasan sengketa keuangan agar hukuman larangan transfer segera tercabut.
Langkah penyelesaian sengketa menjadi syarat mutlak bagi seluruh klub demi memulihkan status pendaftaran pemain di sistem FIFA.
Publik sepak bola nasional menantikan iktikad baik manajemen klub dalam menuntaskan permasalahan finansial ini.
Hasilnya, kelima klub Indonesia ini harus bergerak cepat melunasi tunggakan demi terbebas dari embargo transfer pemain!
