JOK82 – Kabar mengejutkan datang dari internal Tim Nasional Indonesia. Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, resmi mengundurkan diri dari tugas manajerial Timnas Indonesia menyusul kegagalan di SEA Games 2025.
Keputusan Sumardji mundur diambil setelah Timnas Indonesia gagal lolos ke semifinal SEA Games 2025, hasil yang memicu kekecewaan publik sepak bola nasional. Ia bahkan telah berpamitan kepada federasi dan menyerahkan sepenuhnya kepada Ketua Umum PSSI untuk mencari sosok pengganti yang dinilai paling tepat ke depannya.
Selama ini, Sumardji dikenal sebagai figur penting di balik layar Timnas. Ia mendampingi Indra Sjafri di berbagai level, mulai dari tim senior hingga kelompok umur, termasuk menjalankan peran sebagai manajer Timnas Indonesia di SEA Games 2025.
“Tugas saya selama ini turut mendampingi coach Indra, baik di tim senior maupun kelompok umur, termasuk sebagai manajer SEA Games. Mulai hari ini, tugas-tugas tersebut saya serahkan kepada Ketua Umum PSSI agar dicarikan sosok terbaik dan paling tepat untuk ke depan,” ujar Sumardji.
Meski mundur dari posisi manajer, Sumardji menegaskan dirinya tetap berada di struktur Timnas Indonesia. Ia memilih untuk fokus menjalankan tugas berat di BTN, yang dinilainya sangat krusial untuk masa depan sepak bola nasional.
“Saya akan fokus di BTN. Tugasnya luar biasa berat, dan kami harus bekerja lebih fokus untuk mengembalikan kejayaan Timnas Indonesia seperti sebelumnya,” ungkap mantan Kasubdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya itu.
Tak hanya itu, Sumardji juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik Indonesia atas hasil buruk Timnas di SEA Games 2025. Ia mengakui kegagalan menembus semifinal menjadi pukulan besar dan mengecewakan banyak pihak.
“Saya mohon maaf kepada publik terkait kegagalan gelaran SEA Games. Kami tidak bisa lolos ke semifinal, ini menyulitkan dan mengecewakan. Saya akan berusaha di BTN lebih baik lagi,” ucap Sumardji.
Menurutnya, jabatan manajer Timnas bukan sekadar urusan teknis, melainkan memikul tanggung jawab besar terhadap prestasi dan manajemen tim secara menyeluruh.
“Tugas manajer sangat berat karena memikirkan prestasi. Bahkan, banyak hal kecil di luar teknis yang juga harus dipikirkan,” tuturnya.
Mundurnya Sumardji dari kursi manajer menjadi sinyal evaluasi serius PSSI pasca kegagalan Timnas Indonesia di SEA Games 2025. Kini, publik menunggu langkah federasi untuk menunjuk figur baru yang diharapkan mampu membawa Timnas Indonesia kembali ke jalur prestasi.(EBP)
