JAKARTA – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, membuka peluang lebar bagi Timnas Indonesia untuk menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Skuad Garuda berpotensi memakai stadion megah tersebut saat menjamu musuh bebuyutan, Timnas Vietnam, pada fase grup ASEAN Championship 2026.
Pasukan Merah Putih bersiap mengarungi turnamen paling bergengsi antarnegara Asia Tenggara ini mulai Juli mendatang. Berdasarkan hasil undian, Timnas Indonesia menghuni Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste.
Dari empat laga fase grup, Asnawi Mangkualam dan kawan-kawan mengantongi dua kesempatan emas sebagai tuan rumah. Indonesia akan menjamu Vietnam serta Kamboja di depan publik sendiri.
Sebelumnya, beredar kabar bahwa skuad Garuda akan memakai Stadion Pakansari, Bogor, sebagai markas utama mereka. Direktur Utama PT Garuda Sepakbola Indonesia (GSI), Marsal Masita, sempat mencetuskan rencana awal tersebut ke publik. Marsal menyatakan Timnas Indonesia baru akan pindah ke SUGBK jika berhasil menembus babak semifinal.
Namun, Erick Thohir langsung meluruskan kabar tersebut dengan memberikan angin segar bagi para suporter. PSSI tetap membuka kemungkinan memakai SUGBK sejak babak penyisihan grup bergulir.
“Jika timnas menghadapi Vietnam, Thailand, atau kekuatan besar lainnya, kami kemungkinan besar akan menggunakan stadion berkapasitas besar seperti GBK,” tegas Erick Thohir kepada awak media di kawasan Sarinah, Jakarta, Kamis (18/6/2026) hari ini.
PSSI Atur Strategi Kapasitas Tribun dan Rotasi Rumput Lapangan
Erick meluruskan anggapan miring bahwa PSSI sengaja menjauhkan Timnas Indonesia dari kemegahan SUGBK. Pihak federasi hanya berusaha menyesuaikan kapasitas penonton dengan animo pencinta sepak bola nasional. Langkah ini penting agar tribun stadion tidak terlihat lowong saat pertandingan berlangsung.
Selain masalah penonton, PSSI juga fokus menjaga kualitas rumput lapangan agar tetap berada dalam kondisi optimal. Rotasi penggunaan stadion menjadi solusi cerdas untuk merawat arena pertandingan.
“Apabila tim lawan membawa basis pendukung yang minim, kami tentu akan mempertimbangkan penggunaan stadion berkapasitas lebih kecil,” urai Erick.
“Kami memprioritaskan keterisian kapasitas tribun dengan baik. PSSI juga wajib memastikan rotasi pemakaian lapangan agar kondisi rumput terus membaik dan tetap prima,” jelasnya.
Erick Ogah Remehkan Lawan, Belajar dari Kejutan Kongo vs Portugal
Mantan Presiden Inter Milan tersebut menegaskan pihak federasi sama sekali tidak berniat membeda-bedakan level kekuatan tim lawan. Proses penyesuaian ini murni demi kelancaran operasional dan kesuksesan jalannya pertandingan.
“PSSI mengantongi beberapa opsi stadion. Kami akan menganalisis situasi turnamen AFF ini terlebih dahulu. Saya menolak meremehkan kekuatan lawan karena semua negara pasti akan mengerahkan kemampuan terbaik mereka,” tutur pria berusia 56 tahun tersebut.
Erick kemudian mengambil contoh mengejutkan dari panggung akbar Piala Dunia 2026 yang tengah berlangsung saat ini. Di mana tim non-unggulan seperti Republik Demokratik Kongo sukses menahan imbang tim bertabur bintang, Portugal.
“Kita semua bisa melihat dinamika di Piala Dunia, Kongo sanggup menahan imbang Portugal. Banyak tim nasional asal Asia juga tampil melampaui ekspektasi publik. Jadi, kontestan di Piala AFF nanti pasti akan memberikan perlawanan paling sengit,” pungkas pria yang juga menjabat Menpora RI tersebut.
