JAKARTA – Semen Padang FC resmi terdegradasi dari Super League 2025/2026. Kekalahan 0-1 dari Dewa United di Banten International Stadium, Minggu (3/5/2026), memastikan Semen Padang turun kasta ke Liga 2.
Hasil tersebut membuat Semen Padang tidak mampu keluar dari zona degradasi. Dengan sisa tiga pertandingan, poin maksimal Semen Padang tidak lagi cukup untuk bertahan di kasta tertinggi.
Gol tunggal dalam pertandingan itu dicetak Noah Sadaoui pada menit ke-31. Sundulan tanpa kawalan itu menjadi penentu kekalahan Semen Padang.
Andre Rosiade Buka Suara Soal Degradasi
Anggota DPR sekaligus penasehat klub, Andre Rosiade, langsung angkat bicara. Ia menegaskan degradasi Semen Padang bukan karena faktor eksternal, melainkan kesalahan internal tim sepanjang musim.
“Saya tidak akan berbicara jika ada faktor lain. Tapi musim ini memang kesalahan kami sendiri,” ujar Andre.
Ia juga membandingkan dengan musim sebelumnya yang sempat diwarnai isu nonteknis. Namun kali ini, ia menilai kualitas kompetisi justru meningkat.
Krisis Finansial Sejak Lama
Andre mengungkap kondisi keuangan Semen Padang sudah bermasalah sejak 2017. Bahkan pada 2019, klub hampir dijual karena tekanan finansial.
Menurutnya, Semen Padang sangat bergantung pada suntikan dana terbatas. PT Semen Padang hanya mampu memberikan sekitar Rp15 miliar untuk operasional musim ini.
Andre mengaku ikut menutup kekurangan tersebut. Ia membantu mencarikan dana hampir Rp20 miliar agar Semen Padang tetap bisa berkompetisi.
“Mayoritas laga kandang kami justru merugi. Pemasukan tiket tidak cukup menutup biaya operasional,” katanya.
Operasional Klub Bergantung Bantuan Pribadi
Andre juga menyebut sebagian operasional klub berjalan dengan dukungan pribadi. Ia bahkan membiayai beberapa posisi penting di luar struktur resmi klub.
Meski demikian, ia menegaskan tidak ikut campur dalam keputusan teknis tim. Seluruh urusan pemain dan strategi tetap berada di tangan manajemen dan pelatih.
Butuh Rp25 Miliar untuk Bangkit
Setelah Semen Padang terdegradasi, tantangan baru langsung menanti. Andre menegaskan klub membutuhkan dana minimal Rp25 miliar untuk bersaing di Liga 2.
Menurutnya, angka tersebut menjadi syarat realistis jika Semen Padang ingin langsung promosi kembali ke kasta tertinggi.
“Kalau ingin juara Liga 2, minimal butuh Rp25 miliar,” tegasnya.
Saat ini, kemampuan pendanaan Semen Padang diperkirakan hanya berkisar Rp10–15 miliar. Jumlah tersebut dinilai belum cukup untuk membangun tim kompetitif.
Rencana Perbaikan Infrastruktur
Di tengah krisis, Semen Padang tetap menyiapkan rencana jangka panjang. Renovasi Stadion Haji Agus Salim menjadi salah satu fokus utama.
Proyek ini akan meningkatkan kapasitas stadion menjadi sekitar 12.000 hingga 13.000 kursi. Pembangunan direncanakan dimulai pertengahan tahun dan ditargetkan selesai dalam satu tahun.
Ajakan Bersatu untuk Bangkit
Andre mengajak seluruh elemen untuk menerima situasi yang ada. Ia meminta suporter tidak saling menyalahkan dan mulai fokus pada proses kebangkitan.
“Kondisi ini harus kita terima bersama. Sekarang saatnya introspeksi dan bekerja lebih keras,” ujarnya.
Semen Padang kini menghadapi fase krusial. Degradasi menjadi pukulan berat, namun juga membuka peluang untuk melakukan pembenahan menyeluruh demi kembali ke level tertinggi.













