SEPAKPOJOK82.COM – Teka-teki mengenai masa depan kursi kepelatihan Tim Nasional Italia mulai memanas. Mantan arsitek yang membawa Gli Azzurri menjuarai Euro 2020, Roberto Mancini, dikabarkan membuka peluang besar untuk kembali menduduki posisi pelatih kepala tim nasional negaranya tersebut.
Kabar ini mencuat di tengah spekulasi mengenai evaluasi performa Timnas Italia di kancah internasional. Mancini, yang sebelumnya meninggalkan posisi tersebut untuk melatih Timnas Arab Saudi, tampaknya masih memiliki ambisi yang belum tuntas bersama skuad “Biru Langit”.
Misi Penebusan Dosa
Kembalinya Mancini ke radar FIGC (Federasi Sepak Bola Italia) dinilai sebagai upaya “penebusan” setelah kegagalan Italia menembus putaran final Piala Dunia sebelumnya di bawah arahannya. Meski sukses di level Eropa, kegagalan di kualifikasi Piala Dunia tetap menjadi noda yang ingin dihapus oleh pelatih berusia 61 tahun tersebut.
Sumber internal menyebutkan bahwa Mancini masih memantau perkembangan talenta muda Italia dan merasa memiliki visi yang tepat untuk membangun kembali kedigdayaan Italia di panggung dunia, terutama menjelang persiapan turnamen mayor mendatang.
Pro dan Kontra di Kalangan Publik
Keinginan Mancini untuk kembali tentu memicu perdebatan di kalangan tifosi. Sebagian penggemar masih mengenang jasa besarnya saat menaklukkan Wembley di Euro 2020, namun sebagian lainnya masih merasa kecewa dengan keputusannya meninggalkan tim secara mendadak beberapa waktu lalu.
“Italia adalah rumah saya. Melatih tim nasional bukan sekadar pekerjaan, tapi sebuah kehormatan yang selalu ada di hati,” ungkap sumber yang dekat dengan sang pelatih mengenai ketertarikannya kembali.
Tantangan Bagi FIGC
FIGC sendiri kini berada di posisi yang cukup sulit. Di satu sisi, pengalaman dan prestasi Mancini sudah teruji. Di sisi lain, mereka juga harus mempertimbangkan kesinambungan proyek jangka panjang yang sedang berjalan di bawah kepemimpinan pelatih saat ini.
Jika kesepakatan ini terwujud, maka akan menjadi periode kedua bagi Mancini untuk membuktikan bahwa taktik “Mancini-ball” masih relevan untuk membawa Italia kembali ke puncak kejayaan sepak bola dunia.
