Indeks

Resmi! Persijap Jepara Tunjuk Mario Lemos sebagai Pelatih Kepala, Divaldo Alves Jadi Direktur Teknik

  • Bagikan
Mario Lemos Kembali menjadi Pelatih Persijap Jepara - Foto : Dok Persijap

JEPARA – Manajemen Persijap Jepara mengambil langkah strategis di tengah tekanan kompetisi. Klub asal Kota Ukir itu resmi menunjuk Mario Lemos sebagai Pelatih Kepala, sementara Divaldo Alves dipercaya mengemban jabatan Direktur Teknik.

Keputusan ini diumumkan manajemen pada Selasa (17/2/2026) malam di Jepara. Penunjukan tersebut bukan sekadar pergantian peran, melainkan bagian dari skema jangka panjang yang telah disiapkan untuk memperkuat fondasi tim di kompetisi tertinggi.

Rotasi Peran Demi Stabilitas Tim

Sebelumnya, Mario Lemos sempat menjabat Direktur Teknik setelah tak lagi menjadi pelatih kepala. Posisi pelatih kala itu diisi Divaldo Alves pada pekan ke-15 hingga pekan ke-21. Adapun Lemos menangani tim sejak pekan pertama hingga pekan ke-13, dan kini kembali memimpin langsung dari bench.

Manajer klub, Egat Sacawijaya, menegaskan kombinasi Lemos dan Divaldo merupakan komposisi ideal untuk mendongkrak daya saing Persijap di kasta tertinggi sepak bola nasional.

“Sebagai Pelatih Kepala, Mario Lemos akan bertanggung jawab penuh atas persiapan, strategi, serta performa tim di kompetisi. Dengan pengalaman dan pendekatan taktiknya, kami berharap ia mampu memaksimalkan potensi skuad serta membangun karakter permainan yang disiplin dan konsisten,” ujar Egat dalam keterangan tertulis.

Divaldo Fokus Bangun Fondasi Jangka Panjang

Sementara itu, Divaldo Alves akan berfokus pada pengembangan struktur teknis klub secara menyeluruh. Perannya mencakup sinkronisasi filosofi bermain dari tim utama hingga level pembinaan.

Menurut manajemen, posisi Direktur Teknik menjadi krusial dalam menjaga kesinambungan visi dan arah pembangunan tim.

“Ini bukan tentang perubahan semata, tetapi penguatan struktur yang sudah kami rancang sejak awal,” tegas Egat.

Persijap di Zona Degradasi Super League

Langkah ini diambil saat Persijap masih berjuang keluar dari zona merah BRI Super League musim 2025/2026. Hingga pekan ke-21, Laskar Kalinyamat berada di peringkat ke-17 dengan koleksi 15 poin hasil dari 4 kemenangan, 3 imbang, dan 14 kekalahan.

Situasi tersebut membuat manajemen merasa perlu mempertegas pembagian peran agar tim lebih fokus dalam perburuan poin krusial.

Target Bertahan dan Bangun Identitas

Manajemen menegaskan target utama musim ini adalah bertahan di Super League. Namun lebih dari itu, Persijap ingin membangun identitas tim yang kuat, profesional, dan membanggakan masyarakat Jepara.

Dengan struktur yang kini lebih solid, Persijap berharap dukungan suporter menjadi energi tambahan dalam sisa musim.

Pergantian peran ini menjadi momentum penting. Mario Lemos kembali memegang kendali teknis tim utama, sementara Divaldo Alves memastikan arah pembangunan klub tetap berada di jalur yang terencana.

Persijap tidak sekadar bertahan. Mereka sedang berjuang untuk membuktikan bahwa konsistensi struktur bisa menjadi kunci keluar dari tekanan.

  • Bagikan
Exit mobile version