SEPAKPOJOK82.COM – Persija Jakarta akhirnya bangun dari tidur panjang. Menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (29/12/2025), Macan Kemayoran tampil tanpa ragu dan menutup laga dengan kemenangan meyakinkan 3-0. Tiga poin yang terasa mahal—bukan hanya soal skor, tapi juga posisi dan pesan ke para rival.
Tim asuhan Mauricio Souza menunjukkan wajah Persija yang selama ini ditunggu Jakmania: agresif, disiplin, dan efektif. Bhayangkara dibuat tak berkutik, sementara Persija menguasai tempo sejak menit awal hingga peluit panjang. Ini bukan sekadar kemenangan kandang, tapi tanda kebangkitan di momen krusial.
Hasil tersebut mengangkat Persija kembali ke peringkat ketiga klasemen Super League 2025/26 dengan koleksi 32 poin. Jarak dengan Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda yang berbagi singgasana puncak kini hanya dua angka. Tipis. Terasa. Dan mulai menggoda.
Persija tak lagi sekadar pengintai—Macan sudah masuk ke jalur perburuan gelar.
Namun, di balik euforia kemenangan, tekanan justru semakin menebal. Bek Timnas Indonesia, Jordi, mengakui persaingan musim ini tak memberi ruang bernapas. Sejak awal kompetisi, semua tim papan atas dipaksa tampil sempurna di setiap pekan.
“Tekanannya lebih besar, lebih besar. Kami tahu sejak awal bahwa ini akan menjadi musim yang panjang,” ujar Jordi.
Pernyataan itu mencerminkan situasi ruang ganti Persija saat ini: penuh ambisi, tapi juga sadar risiko. Satu hasil buruk saja bisa menggeser posisi, satu kemenangan bisa mengubah peta persaingan.
Persija telah bangkit. Pertanyaannya kini bukan lagi bisa atau tidak, melainkan seberapa konsisten Macan bisa terus mengaum di tengah panasnya perebutan takhta Super League
