DELI SERDANG – Ambisi merengkuh trofi juara memang sudah kandas, namun perjuangan Timnas Indonesia U19 belum sepenuhnya berakhir. Skuad Garuda Muda akan langsung mengalihkan fokus untuk meladeni tantangan Kamboja U-19 dalam laga sengit perebutan tempat ketiga Piala AFF U-19 2026.
Berdasarkan jadwal resmi, bentrokan harga diri antara Indonesia kontrawan Kamboja akan mengambil tempat di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Sabtu (13/6/2026) sore ini. Peluit kick-off pertandingan pemburu medali perunggu ini akan berbunyi tepat pada pukul 16.00 WIB.
Kedua tim terlempar ke partai ini setelah sama-sama menelan pil pahit pada babak semifinal kemarin. Pasukan Angkor Warriors—julukan Kamboja—gagal melaju ke partai puncak usai kalah telak 0-4 dari Thailand. Sementara itu, armada besutan Nova Arianto harus mengakui keunggulan tipis Australia dengan skor dramatis 0-1.
Garuda Muda Pegang Rekor Sempurna Atas Angkor Warriors
Melihat rekam jejak di atas kertas, Timnas Indonesia U19 sebenarnya memiliki modal kepercayaan diri yang sangat tinggi. Sepanjang sejarah gelaran Piala AFF U-19, Merah Putih selalu mencatatkan hasil sempurna setiap kali bersua Kamboja. Dari tiga pertemuan yang sudah tercipta, Indonesia sukses menyapu bersih seluruh laga dengan kemenangan.
Nostalgia bentrokan perdana kedua negara terjadi pada edisi Piala AFF U-19 tahun 2002 silam. Kala itu, Skuad Garuda harus memeras keringat sebelum akhirnya mampu mengunci kemenangan tipis 1-0 atas Kamboja.
Sementara itu, memori perjumpaan terakhir kedua tim baru saja tercipta pada ajang Piala AFF U-19 edisi 2024 lalu. Dalam laga tersebut, penampilan kolektif penggawa Merah Putih sukses membungkam perlawanan Kamboja lewat keunggulan meyakinkan dua gol tanpa balas.
Secara keseluruhan, lini serang Indonesia sudah mengoyak jala gawang Kamboja sebanyak tujuh kali hanya dalam tiga pertandingan saja. Sebaliknya, lini pertahanan Merah Putih baru kebobolan tiga gol dan sukses mengemas dua catatan clean sheet alias tanpa kebobolan saat menghadapi Kamboja.
Statistik mentereng ini menjadi bukti sahih bahwa level permainan Indonesia masih berada di atas tim lawan. Kini, pencinta sepak bola tanah air menanti taji lini depan Indonesia untuk kembali mengamuk dan mempersembahkan kemenangan pelipur lara di Sumatera Utara.
