Indeks

Patrick Kluivert Masih Ingin Latih Timnas Indonesia, Kenang Atmosfer 300 Juta Suporter Garuda

  • Bagikan
Foto : Istimewa

JAKARTA – Keinginan Patrick Kluivert untuk kembali menukangi Timnas Indonesia belum benar-benar padam. Meski masa tugasnya telah berakhir usai kegagalan menembus putaran final Piala Dunia 2026, pelatih asal Belanda itu mengaku masih menyimpan hasrat melanjutkan pekerjaannya bersama skuad Garuda.

Sebelumnya, Kluivert ditunjuk menggantikan Shin Tae-yong pada awal tahun lalu dengan target besar: membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026. Namun dalam perjalanannya, langkah Merah Putih terhenti di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Hasil tersebut bukan hanya menggugurkan ambisi tampil di panggung dunia, tetapi juga berdampak terhadap posisi Indonesia di ranking FIFA.

Pengalaman “Luar Biasa” di Indonesia

Dalam wawancara bersama media Belanda VoetbalPrimeur yang dikutip dari BolaSport, Kamis (19/2/2026), Kluivert mengungkapkan kesan mendalam selama menangani Timnas Indonesia.

“Itu luar biasa menjadi pelatih timnas Indonesia,” ujar Kluivert.

Pelatih berusia 49 tahun itu secara khusus menyoroti fanatisme suporter Tanah Air. Menurutnya, atmosfer sepak bola Indonesia berbeda jauh dibanding pengalaman melatih sebelumnya.

“Saya belum pernah bekerja di tengah kegilaan seperti itu. Tiga ratus juta orang yang gila sepak bola. Saya bekerja dengan fantastis,” tuturnya.

Kluivert menilai dukungan suporter selalu terasa di setiap ajang yang diikuti Timnas Indonesia. Stadion penuh, tekanan tinggi, hingga ekspektasi publik yang besar menjadi warna tersendiri dalam perjalanan kariernya.

Target Piala Dunia 2026 Tak Tercapai

Kluivert menyadari target utama yang dibebankan kepadanya belum tercapai. Kegagalan menembus putaran final Piala Dunia 2026 menjadi alasan berakhirnya masa kerjanya bersama Timnas Indonesia.

“Sayangnya tidak mencapai apa yang kami targetkan,” ucapnya.

Meski demikian, mantan pelatih tim nasional Curacao itu mengaku masih memiliki keinginan untuk melanjutkan proyek bersama Garuda.

“Saya ingin terus melanjutkannya, tetapi itu tidak mungkin,” kata Kluivert menegaskan.

Saat ini, Kluivert menjalani peran baru sebagai duta Cruyff Foundation setelah meninggalkan Indonesia.

Warisan dan Evaluasi Timnas Indonesia

Periode kepelatihan Kluivert tetap meninggalkan catatan penting. Di satu sisi, ekspektasi tinggi publik belum terbayar dengan tiket Piala Dunia 2026. Di sisi lain, pengalaman internasional dan pendekatan profesional yang dibawanya menjadi bagian dari proses pembenahan sepak bola nasional.

Kini, Timnas Indonesia memasuki fase evaluasi dan penataan ulang. Namun satu hal yang pasti, pengalaman bersama Patrick Kluivert menjadi bab penting dalam perjalanan panjang Garuda mengejar mimpi tampil di pentas dunia.

  • Bagikan
Exit mobile version