GIANYAR – Bali United FC mengusung misi bangkit demi mengamankan harga diri di kandang. Pasukan Serdadu Tridatu bakal meladeni perlawanan sengit Borneo FC Samarinda pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/26 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Senin (11/5) sore ini.
Laga ini menjadi pertaruhan krusial bagi armada Johnny Jansen. Menempati posisi ke-8 dengan koleksi 45 poin, Bali United wajib mengamankan tiga angka jika ingin mendongkrak posisi mereka ke papan atas sebelum kompetisi berakhir.
Keuntungan Kandang dan Ambisi Papan Atas
Pelatih Bali United, Johnny Jansen, menyadari betul bahwa tim tamu datang dengan performa yang sedang “meledak”. Namun, pria asal Belanda itu tetap memupuk optimisme tinggi mengingat catatan pertemuan sebelumnya.
“Kami menunjukkan performa bagus saat bermain tandang di sana sebelumnya. Kami berharap bisa mengulang hasil positif tersebut di sini,” ujar eks pelatih PEC Zwolle tersebut.
Jansen menilai dukungan suporter di Stadion Dipta akan menjadi motor penggerak tim untuk meredam ambisi Borneo FC yang sedang memburu gelar juara. Ia menegaskan bahwa timnya memiliki motivasi berlipat untuk menembus jajaran enam besar atau bahkan peringkat empat klasemen.
“Bermain di kandang memberi keuntungan besar bagi kami. Borneo FC pasti bermain ngotot untuk mengunci puncak klasemen, tapi Bali United juga akan tampil lebih ngotot demi memperbaiki peringkat,” tegas Jansen.
Evaluasi Kegagalan dan Fokus Ball Possession
Meskipun baru saja menelan pil pahit usai takluk dari Madura United pada pekan lalu, Jansen melihat ada secercah harapan dari progres permainan anak asuhnya. Ia meminta para pemain melupakan hasil buruk tersebut dan kembali ke skema permainan yang dominan.
“Laga melawan Madura United memang hasil yang buruk. Namun, jika melihat empat pertandingan sebelumnya, para pemain menunjukkan progres yang luar biasa dalam menjalankan skema permainan,” ungkapnya.
Jansen menyoroti aspek kepercayaan diri pemain saat menguasai bola sebagai kunci untuk membongkar pertahanan Pesut Etam sore nanti.
“Kami sekarang jauh lebih percaya diri dan merasa nyaman saat menguasai bola. Inilah modal kami untuk meraih hasil maksimal,” tutup Jansen.
