BANDUNG – Kabar membanggakan datang dari bek andalan Persib Bandung, Frans Putros. Pemain berusia 32 tahun itu resmi mendapat panggilan dari Timnas Irak untuk menghadapi fase krusial play-off antarkonfederasi menuju Piala Dunia 2026.
Pemanggilan ini menjadi momentum penting bagi Putros. Selain kembali ke skuad utama, ia juga membuka peluang mencetak sejarah sebagai pemain Liga Indonesia yang tampil di panggung dunia.
Dipercaya Graham Arnold di Laga Penentuan
Nama Frans Putros masuk dalam daftar 26 pemain pilihan pelatih Graham Arnold untuk agenda FIFA Matchday Maret 2026.
Kepercayaan ini menegaskan peran penting Putros di lini belakang Singa Mesopotamia. Ia akan bersaing dan berkolaborasi dengan sejumlah pemain kunci seperti Aymen Hussein, Ali Al Hamadi, hingga talenta muda Ali Jasim dan Zidane Iqbal.
Comeback Setelah Cedera
Pemanggilan ini juga menandai kembalinya Putros setelah absen cukup lama akibat cedera. Terakhir kali ia tampil bersama Timnas Irak saat menghadapi Timnas Arab Saudi di putaran kualifikasi.
Setelah itu, ia harus menepi dan melewatkan sejumlah agenda penting, termasuk duel melawan Timnas Uni Emirat Arab serta ajang FIFA Arab Cup 2025.
Kini, Putros kembali dengan ambisi besar untuk membawa Irak melangkah lebih jauh.
Satu Laga Menuju Panggung Dunia
Peluang Timnas Irak untuk lolos terbuka lebar. Pasukan Graham Arnold hanya membutuhkan satu kemenangan di partai final play-off antarkonfederasi.
Irak akan menghadapi pemenang duel antara Timnas Bolivia dan Timnas Suriname yang mewakili zona Amerika Selatan dan Concacaf.
Pertandingan semifinal dijadwalkan berlangsung di Estadio BBVA, Meksiko, pada 26 Maret 2026, sementara partai final digelar lima hari berselang di venue yang sama.
Peluang Ukir Sejarah untuk Liga Indonesia
Jika Frans Putros mampu tampil dan membawa Irak meraih kemenangan, maka ia berpotensi mencatatkan sejarah besar.
Bek Persib itu bisa menjadi salah satu pemain dari Liga Indonesia yang ikut mengantarkan negaranya lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Sebuah pencapaian yang tak hanya membanggakan bagi Putros, tetapi juga menjadi sinyal kuat meningkatnya kualitas kompetisi sepak bola Indonesia di mata dunia.













