JAKARTA – Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, angkat suara jelang laga krusial kontra Persija Jakarta dalam lanjutan BRI Super League, Selasa (3/3). Duel papan atas yang digelar di Jakarta International Stadium (JIS) itu memanas bahkan sebelum kick-off.
Lefundes menyoroti sejumlah aspek teknis dan penyelenggaraan kompetisi. Ia secara terbuka menyampaikan kekecewaan karena timnya sempat dilarang menjalani latihan resmi di stadion utama JIS.
Borneo FC Sempat Dilarang Latihan di JIS
Skuad Pesut Etam tiba di JIS sekitar pukul 16.00 WIB untuk menjalani official training. Namun setibanya di lokasi, manajemen Borneo FC mendapat informasi mendadak bahwa mereka tidak bisa menggunakan lapangan utama dan harus berlatih di lapangan luar.
“Begitu kami tiba di sini, kami baru diberi tahu bahwa kami tidak bisa menggunakan stadion untuk latihan resmi. Menurut saya, itu bukan latihan resmi jika kami tidak bisa menggunakan stadion,” tegas Lefundes dalam jumpa pers, Senin.
Manajemen Borneo FC langsung melayangkan komplain kepada panitia pelaksana. Setelah melalui diskusi panjang yang bahkan membuat sesi konferensi pers mundur dari jadwal, akhirnya panpel mengizinkan Borneo menggunakan JIS untuk latihan resmi.
Manajer Borneo FC, Dandri, mengaku kecewa dengan komunikasi yang dinilai mendadak.
“Di mana aturan mainnya ketika kami sudah hampir masuk stadion, lima menit sebelum masuk baru ada surat pemberitahuan tidak bisa menggunakan lapangan dalam dan harus ke lapangan luar. Kalau bicara regulasi mungkin ada benarnya, tapi pemberitahuannya jangan mendadak begitu,” ujar Dandri kepada awak media.
Situasi sempat memanas, baik di dalam maupun luar stadion. Pada akhirnya, kedua tim sama-sama menggunakan JIS untuk persiapan akhir. Persija yang biasanya berlatih di lapangan luar pun ikut memakai stadion utama kali ini.
Lefundes Minta Kompetisi Dikelola Lebih Profesional
Lefundes menilai insiden tersebut tidak ideal, terlebih kedua tim sedang bersaing ketat di papan atas klasemen.
“Kalau kita ingin sepak bola Indonesia berkembang, kita harus bekerja sama. Dua tim ini sedang bersaing di papan atas dan kami juga butuh kesempatan berlatih di stadion. Hal seperti itu seharusnya tidak terjadi,” ujarnya.
Saat ini Borneo FC menempati peringkat ketiga klasemen sementara Super League dengan 49 poin, hanya terpaut satu angka dari Persija di posisi kedua. Laga ini berpotensi mengubah peta persaingan menuju tangga juara.
Kritik Jadwal Padat di Bulan Ramadan
Selain polemik fasilitas, Lefundes juga menyoroti kepadatan jadwal selama bulan Ramadan. Ia mempertanyakan jarak pertandingan yang lebih rapat dibandingkan periode normal.
“Biasanya kami bermain setiap lima hari, tujuh hari, kadang sembilan hari atau bahkan 15 hari. Mengapa di bulan Ramadan kami harus bermain setiap tiga atau empat hari? Ini berhubungan dengan energi pemain, apalagi banyak pemain yang menjalankan puasa,” katanya.
Menurutnya, jadwal tersebut tidak hanya merugikan Borneo FC, tetapi seluruh tim yang memiliki pemain Muslim.
“Ini bukan hanya masalah bagi Borneo. Hampir semua tim punya pemain Muslim. Hal ini bisa berdampak pada performa. Ke depan, operator kompetisi harus bisa mengantisipasi dengan lebih baik,” tegas pelatih asal Brasil itu.
Kondisi Lapangan JIS Jadi Sorotan
Lefundes juga menyoroti kondisi lapangan JIS yang dinilainya kurang ideal. Ia khawatir kualitas rumput dapat memengaruhi tempo dan kualitas permainan kedua tim.
“Kondisi lapangan mungkin membuat permainan lebih sulit bagi kedua tim. Situasi seperti itu bisa menurunkan level permainan. Tapi kondisi ini sama-sama dirasakan Persija maupun Borneo,” jelasnya.
Meski demikian, Lefundes tetap optimistis laga akan berjalan menarik. Ia menegaskan timnya memiliki kualitas untuk beradaptasi dalam situasi apa pun.
“Kami punya pemain berkualitas. Main di lapangan bagus atau tidak, kami berharap pertandingan besok tetap menjadi laga yang bagus untuk semua,” pungkasnya.
Laga Penentu Papan Atas
Duel Persija vs Borneo FC diprediksi berlangsung ketat. Kedua tim bersaing langsung di papan atas klasemen BRI Super League dan sama-sama mengincar kemenangan demi menjaga peluang dalam perebutan gelar musim 2025/2026.
Dengan tensi yang sudah terasa sejak sesi latihan resmi, pertandingan di Jakarta International Stadium dipastikan bukan sekadar adu taktik, tetapi juga adu mental dan profesionalisme di level tertinggi sepak bola Indonesia.
