BANDUNG – Bandung tak pernah benar-benar lupa. Jumat (6/2/2026) malam, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) bakal menjadi saksi duel sarat emosi saat Persib Bandung menjamu Malut United dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026.
Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiga poin. Ada cerita lama yang kembali dibuka. Ada wajah-wajah familiar yang kini berdiri di seberang lapangan. Laga ini menjadi panggung reuni bagi mantan pahlawan Maung Bandung yang kini berseragam Laskar Kie Raha.
Tercatat, ada tujuh pemain Malut United yang pernah menjadi bagian dari Persib. Namun sorotan utama tertuju pada tiga nama yang punya tempat khusus di hati Bobotoh, Tyronne del Pino, Ciro Alves, dan David da Silva.
Ketiganya adalah trisula mematikan Persib pada musim lalu. Kombinasi mereka menjadi fondasi penting di balik kesuksesan Maung Bandung meraih gelar juara liga secara back to back. Kini, ketiganya kembali ke GBLA bukan untuk dielu-elukan, melainkan untuk diuji.
Nama Ciro Alves menjadi yang paling emosional. Kepergian winger asal Brasil itu ke Malut United sempat menyisakan luka bagi Bobotoh. Bukan tanpa sebab. Ciro dikenal sebagai simbol kerja keras, determinasi, dan keberanian. Di usia 36 tahun, ia tetap tampil dengan semangat menyala di setiap pertandingan.
Eksplorasinya di sisi sayap kerap membuat pertahanan lawan porak-poranda. Gol-gol penting Persib di masa kejayaan lalu tak jarang lahir dari aksinya menusuk dari sisi lapangan. Tak heran jika Ciro sempat menjadi idola dan figur yang sulit tergantikan.
Kini, cerita berubah arah. Ciro Alves kembali ke Bandung dengan status sebagai lawan. Begitu pula David da Silva dan Tyronne del Pino, dua nama yang pernah dielu-elukan GBLA.
Pertanyaannya, bagaimana respons Bobotoh? Sambutan hangat atau justru tekanan penuh? Yang pasti, laga Persib vs Malut United tak hanya akan berbicara soal skor akhir, tetapi juga tentang memori, rasa memiliki, dan bagaimana sepak bola selalu punya cara mempertemukan masa lalu dengan kenyataan hari ini.
GBLA siap bergemuruh. Reuni sudah di depan mata. Dan Bandung, seperti biasa, tak pernah netral untuk urusan kenangan.













