Madura United Terpuruk: 11 Laga Tanpa Kemenangan dan Krisis Pelatih di Super League

  • Bagikan

BANGKALANMadura United masih terjebak dalam tren negatif di BRI Super League 2025/2026. Laskar Sape Kerrab gagal meraih kemenangan dalam 11 pertandingan terakhir dan kini terperosok ke zona degradasi.

Situasi ini memaksa manajemen bergerak cepat untuk menyelamatkan tim. Namun, upaya membangkitkan performa tidak berjalan mudah di tengah tekanan kompetisi yang semakin ketat.

banner 336x280

Madura United Terpuruk, Tapi Masih Ada Harapan

Manajer Madura United, Umar Wachdin, mengakui kondisi timnya jauh dari ideal. Meski demikian, ia melihat tanda-tanda kebangkitan saat tim menghadapi Borneo FC Samarinda.

Dalam laga tersebut, Madura United tampil dominan meski gagal meraih kemenangan. Umar menilai performa itu bisa menjadi modal penting untuk mengembalikan kepercayaan diri pemain.

“Kami sudah bermain luar biasa saat melawan Borneo FC. Walaupun hasil tidak berpihak, kami dominan secara statistik,” ujar Umar.

Baca Juga  Kabau Sirah Tancap Gas, Datangkan Gelandang Bertahan Prancis Boubakary Diarra

Ia menegaskan bahwa proses kebangkitan tim membutuhkan waktu dan konsistensi.

Krisis Pelatih Jadi Masalah Utama

Di tengah performa yang belum stabil, Madura United juga menghadapi kendala serius dalam mencari pelatih baru. Hingga kini, tim masih ditangani caretaker Rakhmat Basuki.

Regulasi kompetisi mengharuskan setiap klub memiliki pelatih kepala definitif. Jika melebihi batas satu bulan dengan caretaker, klub terancam denda besar di setiap pertandingan.

Manajemen sebenarnya hampir mengamankan jasa Joel Cornelli. Namun, proses transfer pelatih tersebut gagal karena masih terikat kontrak dengan federasi lain.

Faktor Global Hambat Rekrutmen

Madura United juga menghadapi kendala non-teknis dalam proses perekrutan pelatih. Situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah disebut menjadi penghambat mobilitas pelatih asing menuju Indonesia.

Sebagian besar jalur penerbangan dari Eropa dan Amerika Selatan harus melewati wilayah tersebut. Kondisi ini membuat manajemen kesulitan mempercepat proses negosiasi.

Baca Juga  Drama VAR dan Kartu Merah: Persib Bandung Paksa Dewa United Berbagi Poin di Serang

Di sisi lain, opsi pelatih lokal maupun Asia Tenggara dinilai belum memenuhi standar yang diharapkan manajemen.

Opsi Rakhmat Basuki Masih Terbuka

Nama Rakhmat Basuki muncul sebagai solusi internal. Ia dinilai mampu meningkatkan performa tim dalam masa transisi.

Namun, kendala lisensi menjadi penghalang utama. Rakhmat Basuki belum mengantongi lisensi AFC Pro yang menjadi syarat wajib pelatih di Super League.

Meski begitu, manajemen tetap mempertimbangkan opsi tersebut sambil terus mencari solusi terbaik.

Madura United Berpacu dengan Waktu

Dengan kondisi saat ini, Madura United tidak hanya berpacu melawan lawan di lapangan, tetapi juga melawan waktu untuk keluar dari krisis.

Jika gagal segera bangkit dan menemukan pelatih definitif, peluang mereka bertahan di BRI Super League 2025/2026 akan semakin menipis.

  • Bagikan