YOGYAKARTA – Kontestan promosi, PSIM Yogyakarta, mulai bergerak cepat menggalang kekuatan baru untuk mengarungi kompetisi elite Super League 2026/2027. Namun, manajemen Laskar Mataram memberikan garansi tidak akan bertindak gegabah dalam berburu pemain pada bursa transfer musim panas ini.
Direktur Utama PSIM Yogyakarta, Liana Tasno, menegaskan pihak klub bakal mendatangkan sejumlah amunisi baru demi mendongkrak kualitas tim. Meski begitu, ia menempatkan faktor keseimbangan finansial internal klub sebagai perhatian paling utama jajaran manajemen.
“Kami pasti menambah amunisi pemain baru untuk musim depan. Namun, target besar tim harus selaras dengan kemampuan pengeluaran finansial klub. Jangan sampai kami belanja jor-joran lalu justru merusak masa depan tim,” tegas Liana Tasno kepada awak media, Sabtu (20/6/2026) kemarin.
Liana Tasno Fokus Garap Sektor Pembinaan Usia Muda Laskar Mataram
Liana menolak mengikuti tren klub modern yang gemar menghamburkan uang demi membeli pemain bintang instan. Srikandi sepak bola Yogyakarta tersebut memilih jalan rasional untuk membangun kekuatan klub secara bertahap dan mandiri.
Salah satu fokus utama Liana adalah memperkuat fondasi sektor pembinaan pemain muda di bawah naungan akademi klub. Ia percaya talenta lokal daerah memiliki potensi besar untuk menjadi tulang punggung tim utama pada masa depan.
“Saya mengusung visi besar bahwa manajemen wajib memberikan perhatian penuh pada program pengembangan usia muda. Sektor pembinaan usia dini ini yang nantinya akan menyuplai pemain-pemain berbakat menuju skuad utama,” sambung Liana dengan optimis.
Langkah bijak manajemen PSIM Yogyakarta ini tentu mendapat sambutan positif dari kalangan suporter Brajamusti dan Maident. Finansial yang sehat merupakan kunci utama bagi sebuah klub profesional untuk bertahan dalam kerasnya persaingan kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Kini, tim pelatih harus bekerja ekstra keras mencari pemain berkualitas dengan harga yang masuk akal.
