Sepakpojok82.com – Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menyoroti kesalahan mendasar yang dilakukan anak asuhnya saat bermain imbang 2-2 melawan Dewa United pada pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026.
Laga yang berlangsung di Banten International Stadium, Senin, berjalan dramatis dengan empat gol tercipta dan sejumlah momen kontroversial.
Persib Lakukan Kesalahan Fatal
Bojan Hodak menyayangkan dua gol yang bersarang ke gawang Persib Bandung berasal dari kesalahan sendiri.
Menurutnya, gol pertama terjadi karena pemain berhenti bermain saat mengira bola telah keluar lapangan.
“Kami melakukan kesalahan yang seharusnya tidak terjadi. Gol pertama seperti anak-anak, pemain berhenti karena mengira bola keluar,” ujar Hodak.
Kesalahan kembali terjadi pada gol kedua. Bek Persib gagal mengantisipasi bola sehingga dimanfaatkan lawan menjadi gol.
Dewa United Unggul Lebih Dulu
Dalam pertandingan tersebut, Dewa United unggul dua gol lebih dulu. Alex Martins membuka skor pada menit ke-24, memanfaatkan kelengahan lini belakang Persib.
Gol kedua datang pada menit ke-61 melalui Ricky Kambuaya setelah kesalahan sapuan pemain Persib.
Situasi berubah ketika Alex Martins menerima kartu merah pada menit ke-63, membuat Persib unggul jumlah pemain.
Comeback Persib Gagal Berbuah Kemenangan
Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Persib untuk bangkit. Thom Haye memperkecil ketertinggalan lewat penalti pada menit ke-77.
Kemudian, Andrew Jung menyamakan skor melalui sundulan pada menit ke-86.
Meski mendominasi di sisa waktu, Persib gagal mencetak gol kemenangan dan harus puas dengan hasil imbang 2-2.
“Secara menyerang kami tidak terlalu buruk karena bisa mengejar ketertinggalan. Tapi seharusnya kami bisa mencetak lebih banyak gol,” tambah Hodak.
Persaingan Papan Atas Memanas
Hasil ini membuat posisi Persib Bandung di klasemen semakin terancam. Dua pesaing terdekat, Borneo FC dan Persija Jakarta, berhasil meraih kemenangan dan memangkas jarak poin.
Protes terhadap Wasit
Selain mengevaluasi performa tim, Bojan Hodak juga mengkritik kepemimpinan wasit Yoko Suprianto.
Ia menilai terdapat sejumlah keputusan yang merugikan timnya dan memastikan Persib akan mengajukan protes resmi kepada PSSI.
“Saya sangat kecewa dengan wasit. Kami akan mengirim surat karena ada banyak situasi yang dipertanyakan,” tegasnya.
Evaluasi Jadi Kunci
Hasil imbang ini menjadi bahan evaluasi penting bagi Persib Bandung dalam perburuan gelar BRI Super League musim ini.
Dengan persaingan yang semakin ketat, konsistensi dan minim kesalahan menjadi kunci bagi Maung Bandung untuk tetap berada di jalur juara.
