JAKARTA – Gelandang kelas dunia keturunan Indonesia, Tijjani Reijnders, baru saja mengukir momen bersejarah dalam karier sepak bola internasionalnya. Kakak kandung dari penggawa anyar Timnas Indonesia tersebut resmi merasakan atmosfer panggung akbar Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Momen sakral ini tercipta saat Timnas Belanda berhadapan dengan Jepang pada laga pembuka Grup F, Senin (15/6/2026) dini hari WIB. Dalam duel sengit yang berlangsung di Amerika Serikat tersebut, pelatih Belanda memberikan kepercayaan penuh kepada Tijjani sejak menit awal. Bintang klub AC Milan ini turun sebagai starter utama untuk mengawal sektor lini tengah De Oranje.
Tijjani menunjukkan performa impresif dan determinasi tinggi selama 71 menit berada di atas lapangan hijau. Setelah itu, tim pelatih menariknya keluar dan memasukkan Quinten Timber sebagai pemain pengganti.
Sayang sekali, laga bersejarah bagi Tijjani ini gagal berakhir dengan torehan poin penuh. Skuad Belanda harus puas berbagi angka setelah Jepang sukses menahan imbang mereka dengan skor akhir 2-2.
Kenangan Spa dan Ledakan Netizen Indonesia di Instagram
Menjelang laga debutnya tersebut, ingatan Tijjani sempat melayang kembali pada rumor ketertarikan PSSI beberapa tahun lalu. Saat itu, ia masih berkompetisi di Liga Belanda bersama klub AZ Alkmaar.
Tijjani menceritakan secara detail bagaimana rasa terkejutnya saat akun media sosial pribadinya mendadak gempar. Ponselnya menerima puluhan ribu pesan dari suporter fanatik tanah air tanpa ia ketahui penyebab awalnya.
“Saya ingat dengan jelas pertama kali nama saya berkaitan dengan Indonesia. Saat itu saya sedang menikmati fasilitas spa bersama istri. Saya meletakkan ponsel di dalam loker,” cerita Tijjani kepada Helden Magazine.
“Ketika saya mengambil kembali ponsel tersebut, saya bingung melihat apa yang terjadi. Akun Instagram saya mendadak meledak karena serbuan para penggemar sepak bola Indonesia,” imbuh sang pemain tengah.
Lonjakan drastis jumlah pengikut baru di media sosialnya ternyata bersumber dari pernyataan Ketua Umum PSSI. Pimpinan federasi saat itu membeberkan secara terbuka bahwa tim nasional sedang memantau kualitas permainan Tijjani.
Pilih Kejar Mimpi Bersama De Oranje Ketimbang Skuad Garuda
Perwakilan PSSI sebenarnya sempat melakukan pendekatan secara personal untuk merayu sang pemain. Namun, Tijjani akhirnya mengambil keputusan berani dengan menolak tawaran naturalisasi tersebut. Ia memilih setia menunggu panggilan demi mengejar mimpi masa kecilnya membela panji Timnas Belanda.
“Rupanya, Ketua Umum PSSI baru saja mengatakan bahwa mereka sedang memantau saya. Setelah itu mereka memang mendekati saya. Namun saya memutuskan untuk menunggu karena saya ingin bermain untuk Timnas Belanda,” tegas Tijjani Reijnders.
Kesempatan emas yang ia nantikan tersebut baru datang saat dirinya menginjak usia 25 tahun pada September 2023. Momentum panggilan tim nasional itu terjadi tepat setelah ia merampungkan proses kepindahan menuju raksasa Italia, AC Milan.
“Saat mengambil keputusan itu, sama sekali tidak ada kepastian bahwa saya akan bermain untuk Belanda. Namun, saya harus melakukan segala upaya untuk mengejar mimpi terbesar saya,” kata Tijjani.
Menariknya, di balik keyakinan teguh tersebut, Tijjani membuat pengakuan yang cukup mengejutkan. Ia mengakui sempat menyiapkan rencana cadangan apabila jalannya menembus skuad Belanda menemui jalan buntu. Tijjani membuka peluang menjadikan Indonesia sebagai opsi pelabuhan internasional alternatifnya.
“Jika rencana awal tidak berhasil, bermain untuk Timnas Indonesia tentu akan menjadi pilihan berikutnya,” pungkas Tijjani menutup kisah masa lalunya.
