BANDUNG – Juara bertahan Liga Indonesia tiga musim beruntun, Persib Bandung, bakal menghadapi musim super sibuk. Skuad berjuluk Maung Bandung ini akan bertarung dalam empat kompetisi berbeda sekaligus pada musim 2026/2027. Catatan ini membuat Persib menjadi tim paling sibuk di tanah air bersama Borneo FC Samarinda.
Pada kompetisi domestik, armada Maung Bandung akan menghadapi ketatnya persaingan Super League dan Piala Liga. Sementara pada level internasional, anak-anak Bandung akan berkutat dalam ajang AFC Champions League Two (ACL 2). Mereka juga harus memeras keringat pada kompetisi ASEAN Club Championship (ACC).
Ini menjadi momen perdana bagi Persib untuk menjajal empat kancah berbeda dalam satu musim. Pelatih baru Persib, Igor Tolic, langsung angkat suara terkait situasi ini. Arsitek taktik asal Kroasia tersebut menilai ada banyak variabel penting yang wajib mendapat perhatian khusus.
Tolic menyebut agenda padat ini bakal menjadi tantangan berat bagi manajemen klub. Pengurus organisasi akan menghadapi masalah logistik yang sangat nyata.
“Ini akan menjadi tantangan besar. Persib menghadapi masalah organisasi dan logistik yang nyata,” sebut Tolic saat memetakan kekuatan tim di Bandung, Minggu (14/6/2026).
“Kami akan mengunjungi dan menghadapi beberapa negara serta tim untuk pertama kalinya. Masih banyak variabel yang perlu kami perhatikan bersama,” tambah eks pelatih top tersebut.
Tolic paham betul dengan risiko kelelahan pemain. Sang pelatih kini fokus mempersiapkan personel tim secara teknis. Jajaran pelatih mulai mematangkan segalanya sejak fase pramusim.
Persib sendiri resmi menghuni Grup B ASEAN Club Championship. Skuad Pangeran Biru berada satu kelompok bersama Port FC (Thailand) dan Johor Darul Ta’zim (Malaysia). Grup ini juga berisi Lion City Sailors (Singapura), Cong An Ha Noi (Vietnam), PKR Svay Rieng FC (Kamboja), serta pemenang babak play-off.
Ancaman Jadwal Gila dan Bentrok Kompetisi
Persib dan Borneo FC kini dihadapkan pada ancaman jadwal yang sangat padat. Oleh karena itu, PSSI dan operator kompetisi I.League wajib mengatur jadwal kompetisi domestik secara bijak.
Berdasarkan kalender resmi, pertandingan ACC selalu bergulir pada hari Kamis. Skema ini memicu potensi bentrok jadwal yang sangat tinggi dengan kalender Liga Indonesia 2026/2027.
Potensi jadwal bentrok pertama akan terjadi saat laga tandang Persib kontra Lion City Sailors pada 10 Desembar 2026. Situasi serupa juga mengancam saat Persib menjamu JDT pada 17 Desember 2026. Laga internasional itu berbenturan langsung dengan jadwal liga pekan ke-15 yang bergulir pada periode 16-18 Desember.
Ujian berat belum berhenti sampai di situ. Partai pamungkas fase grup antara Persib versus Cong An Ha Noi jatuh pada tanggal 4 Maret 2027. Tanggal tersebut menabrak jadwal liga pekan ke-22 yang terlaksana pada rentang 1-4 Maret. Masalahnya kian rumit karena jadwal ACL 2 juga kerap bergulir antara hari Rabu atau Kamis.
Igor Tolic Tuntut Sinergi dengan PSSI dan Operator Liga
Melihat situasi darurat ini, Tolic meminta manajemen Persib segera bergerak cepat. Pihak klub harus menjalin komunikasi dan koordinasi yang erat dengan pihak federasi serta pengelola liga. Sinergi ini memegang misi penting untuk mendongkrak peringkat liga Indonesia di pentas Asia.
“Kami perlu bekerja sama secara erat dengan federasi dan liga. Persib membutuhkan bantuan mereka untuk menyesuaikan jadwal laga sebelum kompetisi resmi dimulai. Banyak hal penting yang harus kami selesaikan sebelum mulai bertanding,” pungkas Tolic melempar tuntutan.
