JAKARTA – Turnamen sepak bola bergengsi skala nasional eks Piala Indonesia bersiap menyapa kembali para pencinta bola tanah air dengan format baru. Pihak operator I.League membocorkan bahwa kompetisi modifikasi tersebut akan mengusung nama resmi League Cup. Turnamen segar ini hanya akan melibatkan deretan klub elit dari kasta Super League serta Championship saja.
Langkah ini menandai sejarah baru dalam peta kompetisi sepak bola profesional Indonesia. Berbeda dengan gelaran Piala Indonesia edisi lawas yang bergulir di bawah yurisdiksi PSSI, proyek League Cup ini akan berada dalam kendali penuh manajemen I.League. Pihak operator profesional tersebut bakal mengelola seluruh operasional turnamen secara mandiri.
Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menegaskan bahwa timnya saat ini sedang mematangkan format turnamen secara intensif. Namun, ia memberikan garansi pasti bahwa peserta kompetisi komersial ini hanya berasal dari dua kasta tertinggi sepak bola nasional.
“Turnamen League Cup ini mengusung konsep yang sangat berbeda dengan ajang Piala Indonesia milik PSSI. Kami sedang menyiapkan sebuah turnamen baru yang segar. Format kompetisi ini jelas hanya melibatkan klub-klub dari Super League dan Championship,” tegas Asep Saputra kepada awak media.
Asep menambahkan bahwa pihak operator kini tengah menyusun berbagai aspek teknis pertandingan secara detail. Langkah hati-hati ini bertujuan agar jadwal turnamen baru tersebut tidak berbenturan dengan agenda kompetisi reguler maupun jadwal padat agenda sepak bola nasional lainnya.
Jadwal Kick-Off Turnamen Baru I.League Membidik Bulan Oktober atau November 2026
Pihak manajemen I.League memasang target durasi pelaksanaan kompetisi League Cup akan memakan waktu selama enam hingga tujuh pekan. Jika seluruh tahapan persiapan administrasi berjalan mulus tanpa kendala, operator berpeluang memutar roda turnamen pada bulan Oktober atau November 2026 mendatang.
Kehadiran kompetisi kasta baru ini otomatis menjadi panggung tambahan bagi klub-klub profesional Indonesia untuk unjuk gigi. Para kontestan akan mendapatkan ujian berat di tengah padatnya kalender kompetisi sepanjang musim 2026/2027.
Selain mematangkan skema pertandingan, tim perumus I.League juga sedang menggodok regulasi khusus mengenai batasan penggunaan legiun asing. Aturan khusus ini sengaja meluncur demi menjaga keseimbangan persaingan di atas lapangan hijau. Pasalnya, klub-klub kontestan asal Super League dan Championship memiliki kedalaman materi skuad yang sangat timpang.
“Kami akan menerapkan beberapa pasal regulasi yang berbeda dengan kompetisi Super League. Contohnya terkait kuota pemain asing, jumlah yang merumput di lapangan tidak akan sama seperti regulasi kompetisi liga biasa,” pungkas Asep.
Asep meminta publik untuk sedikit bersabar menunggu rilis resmi mengenai draf regulasi final turnamen tersebut. Pihak operator ingin memastikan seluruh detail aturan sudah bersih dari celah hukum sebelum melempar informasi lengkap kepada masyarakat luas.
Hingga detik ini, pihak I.League memang belum merilis bagan format kompetisi secara mendalam. Mereka masih mengunci rapat informasi terkait sistem pertandingan, jumlah total peserta, hingga nominal hadiah uang tunai bagi sang juara. Namun, pembatasan peserta yang hanya mengikutsertakan tim Super League dan Championship membuat tensi persaingan League Cup berpotensi meledak sejak fase awal.
