Target Lolos Piala Dunia 2030, Ketum PSSI Erick Thohir Boyong John Herdman Menghadap Presiden Prabowo!

  • Bagikan
Menpora RI Erick Thohir, menyebut Presiden Prabowo Subianto mendukung penuh pembinaan atlet usia dini. Salah satunya melalui pembangunan Akademi Olahraga Nasional yang menjadi fokus strategis pemerintah.(foto:Cahyo/BPMI)

BOGOR – Sedia payung sebelum hujan. Pengurus PSSI terus mematangkan persiapan skuad terbaik Timnas Indonesia demi menembus putaran final Piala Dunia 2030. Setelah gencar menggeber program naturalisasi pemain keturunan, terkini Ketua Umum PSSI Erick Thohir langsung menemui Presiden RI Prabowo Subianto.

Erick Thohir memboyong langsung pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, dalam pertemuan di kediaman pribadi presiden. Mereka menggelar diskusi strategis di kawasan sejuk Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Sentul, Bogor.

banner 336x280

Kepada orang nomor satu di Indonesia tersebut, pria yang akrab bersapa Etho melaporkan perkembangan positif Skuad Garuda. Erick membeberkan rapor merah-putih sejak kedatangan John Herdman pada Januari 2025 silam.

Salah satu capaian mentereng adalah lonjakan peringkat FIFA Indonesia yang naik signifikan dari posisi 122 menuju 118 dunia. Skuad Garuda menyabet kenaikan empat peringkat tersebut usai menumbangkan perlawanan Oman dan Mozambik pada laga persahabatan resmi.

Selain rapor performa, Erick juga memaparkan deretan agenda krusial timnas pada masa mendatang. Jadwal padat tersebut meliputi ajang Piala AFF, FIFA ASEAN Cup 2026, hingga putaran final Piala Asia 2027. Pengurus PSSI mematok target besar lolos ke Piala Dunia 2030 melalui jalur kualifikasi Zona Asia.

Presiden Prabowo Beri Garansi Dukungan Penuh untuk Jay Idzes Cs

Presiden Prabowo Subianto menyambut positif seluruh agenda kerja masa depan milik PSSI. Kepala negara melayangkan apresiasi setinggi langit atas prestasi hebat yang sudah bersarang di genggaman Jay Idzes dan kolega.

Baca Juga  Hancurkan Kutukan 38 Tahun, Timnas Indonesia Bantai Oman Tiga Gol Tanpa Balas

Tidak tanggung-tanggung, presiden juga berjanji bakal memberikan dukungan fasilitas secara total untuk PSSI. Pemerintah siap mengawal ketat misi raksasa menggapai tiket emas Piala Dunia 2030.

Peluang Indonesia untuk ambil bagian dalam pesta sepak bola terbesar jagat raya tersebut memang terbuka sangat lebar. Selain kualitas permainan tim yang terus membaik, wacana penambahan kuota peserta menjadi kabar gembira bagi tanah air.

Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, ikut angkat suara memberikan analisis tajam terkait wacana regulasi baru tersebut. Pria yang akrab dengan sapaan Bung Ropan itu menjelaskan bahwa jumlah kontestan ajang bergengsi ini terus membengkak.

Pada edisi Piala Dunia 2026 saat ini, jumlah penonton menyaksikan lonjakan peserta dari 32 negara menjadi 48 tim. Tiga negara raksasa yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko bertindak kompak sebagai tuan rumah bersama.

“Ini menjadi momen pertama dalam sejarah di mana tiga negara sekaligus mengemban tugas sebagai penyelenggara. Peserta juga bertambah banyak menjadi 48 tim dengan total 104 pertandingan berkelas,” urai Bung Ropan melalui kanal YouTube miliknya.

Ropan mencatat ada empat negara debutan yang mencicipi atmosfer panggung akbar dunia untuk pertama kalinya. Negara tersebut adalah Curaçao, Uzbekistan, Yordania, serta Cape Verde.

Bung Ropan Ungkap Rumor Ekspansi Peserta Menjadi 64 Tim

Saat ini, fokus utama PSSI tertuju penuh pada persiapan matang menjelang Piala Dunia 2030. Publik menaruh harapan besar agar John Herdman mampu menerbangkan Skuad Garuda ke turnamen akbar empat tahun mendatang. Timnas Indonesia sendiri menorehkan tinta emas dengan melangkah hingga babak putaran keempat pada kualifikasi edisi 2026.

Baca Juga  PSSI Jatim Menunggu Sang Penguasa Baru

Menariknya, beredar kabar burung bahwa federasi internasional bakal kembali menambah kuota peserta pada masa mendatang. Perubahan masif tersebut berpotensi berlaku pada edisi 2030 atau saat memasuki edisi Piala Dunia 2034 mendatang.

“Muncul rumor kuat bahwa total peserta kompetisi akan berubah drastis menjadi 64 tim,” kata Ropan membeberkan draf isu.

Jika rencana ekspansi 64 tim tersebut terwujud, maka panitia akan membagi peserta ke dalam 16 grup berbeda. Setiap grup otomatis akan berisi empat tim kontestan yang saling sikut. Regulasi baru ini kemungkinan hanya meloloskan juara dan runner-up grup langsung menuju babak gugur 32 besar.

“Sistem baru ini otomatis akan menghapus kuota kelolosan tim peringkat ketiga terbaik. Regulasi ini sangat luar biasa jika benar-benar terealisasi,” lanjut Ropan.

Ropan menilai perubahan format tersebut bakal menguntungkan posisi skuad Merah Putih secara geografis politik bola. Jika total kontestan bertambah, maka konfederasi Asia otomatis akan mengantongi tambahan jatah tiket lolos secara signifikan. Hal tersebut membuat peluang emas Timnas Indonesia untuk menembus putaran final menjadi semakin nyata dan terbuka lebar.

  • Bagikan