Sepakpojok82.com – Semen Padang FC kembali menelan hasil pahit setelah kalah 0-2 dari Persijap Jepara pada lanjutan pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026.
Bermain di Stadion GOR Haji Agus Salim, Senin (20/4/2026), tim berjuluk Kabau Sirah gagal memanfaatkan laga kandang dan harus menerima kekalahan ketiga secara beruntun.
Semen Padang Kian Tertekan di Klasemen
Hasil ini membuat Semen Padang semakin terpuruk di papan bawah. Mereka tertahan di peringkat ke-17 dengan 20 poin dari 28 pertandingan dan masih berada di zona degradasi.
Sebelumnya, Semen Padang juga kalah dari Persib Bandung dan Persis Solo, menambah tekanan besar bagi tim asal Sumatera Barat tersebut.
Sebaliknya, kemenangan ini mengangkat Persijap Jepara ke posisi ke-13 dengan 28 poin, sekaligus menjauh dari ancaman degradasi.
Persijap Tampil Efektif, Semen Padang Mandul
Semen Padang sebenarnya tampil menekan sejak awal pertandingan. Anak asuh Imran Nahumarury mencoba membongkar pertahanan lawan melalui sektor sayap.
Namun, rapatnya lini belakang Persijap membuat serangan tuan rumah selalu kandas. Justru tim tamu mampu tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.
Gol pertama Persijap dicetak oleh Rendi Saepul pada menit ke-37. Jelang turun minum, keunggulan bertambah lewat penalti Carlos Henrique Franca.
Skor 0-2 bertahan hingga laga usai.
Imran Nahumarury Akui Kegagalan Strategi
Pelatih Semen Padang, Imran Nahumarury, mengakui strategi timnya tidak berjalan sesuai rencana.
“Apa yang diinginkan tidak tercapai. Kami kecewa, tetapi tidak mau mencari alasan,” ujar Imran.
Ia menegaskan bahwa kegagalan memanfaatkan peluang menjadi penyebab utama kekalahan.
“Ketika tidak ada peluang yang dimaksimalkan, tidak akan ada gol. Sementara lawan bisa memanfaatkan peluang mereka,” tambahnya.
Cuaca Bukan Alasan Kekalahan
Pertandingan berlangsung di tengah hujan deras, namun Imran menolak menjadikan kondisi tersebut sebagai alasan.
“Kalau pemain profesional, tidak ada alasan soal cuaca. Kami harus bisa beradaptasi,” tegasnya.
Suporter Kecewa, Tim Diminta Bangkit
Kekecewaan juga datang dari suporter yang meluapkan frustrasi di stadion. Atmosfer sempat memanas akibat rentetan hasil buruk yang dialami tim.
Gelandang Semen Padang, Ricki Ariansyah, mengakui adanya kesalahan kolektif dari tim.
“Ini murni kesalahan kami. Kami harus berbenah dan memperbaiki diri,” ujarnya.
Ia juga meminta maaf kepada suporter dan berharap dukungan tetap mengalir hingga akhir musim.
Enam Laga Penentuan
Semen Padang masih menyisakan enam pertandingan untuk menyelamatkan diri dari degradasi. Setiap laga kini menjadi penentuan bagi Kabau Sirah.
Tanpa perbaikan signifikan, peluang bertahan di BRI Super League musim depan akan semakin menipis.













