JAKARTA – Badan sepak bola dunia resmi meluncurkan ajang kompetisi baru bertajuk FIFA ASEAN Cup 2026. Oleh karena itu, FIFA ASEAN Cup 2026 edisi perdana ini langsung menyedot perhatian publik olahraga kawasan Asia Tenggara.
Presiden FIFA Gianni Infantino meresmikan turnamen teranyar ini usai menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada sela-sela ASEAN Summit ke-47 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Kemunculan ajang bergengsi garapan FIFA ini sempat mengejutkan Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF).
Meskipun demikian, kepastian gelaran ini membawa angin segar bagi perkembangan kualitas sepak bola internasional di Asia Tenggara!
Garansi Panggilan Pemain Eropa dan Perebutan Poin Ranking FIFA
Pasalnya, perbedaan paling mencolok antara turnamen baru ini dengan Piala AFF terletak pada penetapan kalender pertandingan. FIFA memasukkan seluruh jadwal laga ke dalam agenda resmi FIFA Matchday.
Aturan tegas ini mewajibkan seluruh klub pemilik di Eropa maupun Asia untuk melepas para pemain terbaik mereka ke skuad nasional.
Kemenangan pada setiap laga memegang nilai yang sangat krusial bagi seluruh kontestan.
Dengan demikian, setiap hasil positif bakal langsung mendongkrak perolehan poin serta posisi negara peserta di peringkat dunia FIFA!
Pembagian Dua Divisi dan Empat Stadion Megah Tuan Rumah
Edisi pembuka ini mengikutsertakan 14 negara peserta, yang terdiri atas 11 anggota ASEAN plus tiga tim undangan: Bangladesh, Pakistan, serta Hong Kong. Selain itu, panitia membagi persaingan ke dalam dua divisi terpisah menggunakan sistem single round robin.
Indonesia mengawal jalannya Divisi 1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta) dan Stadion Si Jalak Harupat (Bandung) mulai 25 September hingga 5 Oktober 2026.
Sementara itu, Hong Kong menggelar Divisi 2 di Kai Tak Stadium serta Mong Kok Stadium pada 24 September hingga 3 Oktober 2026.
Para kontestan siap menyajikan pertarungan sengit demi merengkuh trofi juara resmi garapan FIFA ini!












